9 Tanda Awal Rematik yang Perlu Diwaspadai

  • Bagikan
rematik
Gejala awal rematik penting dikenali untuk mendukung upaya diagnosis dan pengobatan dini atas gangguan penyakit ini, berikut gejalanya/Foto : Istimewa

PAPUA, INDOtayang.COM — Tanda awal rematik penting dikenali untuk mendukung upaya diagnosis dan pengobatan dini atas gangguan kesehatan ini. Penyakit rematik adalah peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai petahanan terhadap “penyusup”, seperti virus, bakteri, dan jamur secara keliru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri. Dalam bahasa medis, rematik disebut sebagai Rheumatoid arthritis (RA).

Melansir dari Mayo Clinic, pada rematik, sistem imun gagal membedakan jaringan sendiri dengan benda asing, sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri, khususnya jaringan sinovium. Jaringan sinovium adalah selaput tipis yang mengelilingi atau melapisi sendi. Akibatnya, gangguan autoimun pada penyakit rematik dapat menyebabkan sendi bengkak, nyeri, meradang, rusak, kehilangan fungsi, dan bisa cacat.

Rematik dapat menyerang hampir semua sendi pada tubuh, tetapi yang paling sering terserang adalah sendi di pergelangan tangan, buku-buku jari, lutut, dan pergelangan kaki. Sendi lain yang bisa jadi diserang adalah tulang belakang, pinggul, leher, bahu, rahang, dan termasuk sambungan antarulang sangat kecil di telinga bagian dalam.

Berbeda dengan radang sendi osteoarthritis, serangan rematik biasanya simetris, yakni menyerang sendi yang sama di kedua sisi tubuh.

Artinya, jika kaki kanan mengalami nyeri, biasanya akan terjadi juga di kaki kiri, atau sebaliknya. Sementara, osteoarthritis biasanya terbatas menyerang pada salah satu sendi saja.

Tanda Awal Rematik

Merangkum Health Line, penyakit rematik cenderung muncul secara perlahan, dimulai dengan gejala ringan yang bisa datang dan pergi.

Gelala ini biasanya terjadi di kedua sisi tubuh yang berkembang selama beberapa minggu atau beberapa bulan.

Gejala kondisi kronis ini dapat bervariasi pada masing-masing orang dan dapat berubah dari hari ke hari. Serangan gejala rematik dikenal dengan istilah flare, sedangkan periode tidak aktif, yakni ketika gejala kurang terlihat disebut remisi.

  • Bagikan