Dubes: Uni Emirat Arab Sedang Semangat Investasi di Indonesia

  • Bagikan
investasi
Duta besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Husin Bagis mengatakan Uni Emirat Arab tengah gencar menanamkan investasi di Tanah Air/ Foto Istimewa

PAPUA, INDOtayang.COM, — Duta besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Husin Bagis mengatakan Uni Emirat Arab tengah gencar menanamkan investasi di Tanah Air. “UEA sedang semangat investasi di Indonesia,” kata Husin kepada Tempo, akhir pekan lalu via zoom dari Abu Dhabi.

Husin Bagis mengatakan sepanjang kondisi di Indonesia kondusif, maka banyak investasi dari Abu Dhabi Uni Emirat Arab. “Kalau sudah Abu Dhabi banyak investasinya, pasti tetangganya seperti Qatar, Oman, Bahrain, Saudi Arabia menyusul. Intinya kebuka semua,” kata dia.

Beberapa kerja sama akan diteken untuk investasi di bidang infrastruktur seperti jalan raya, energi seperti solar, energi terbarukan, vaksinasi, satelit, dan rumah sakit. “Ini tantangan buat teman-teman di Indonesia supaya bisa menawarkan proyek yang clean dan clear.”

Menurut husin daya saing perlu kita tingkatkan dalam bidang perdagangan maupun jasa. Karena selama ini UEA mengekspor sekitar 2 miliar dollar, sedangkan Indonesia mengekspor sekitar 1,5 miliar dollar. “Masih defisit,” kata dia.

Harapan Berjalannya Kerjasama UAE CEPA

Harapannya dengan berjalannya UAE CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement), kemitraan dapat meningkat signifikan. “Pak Jokowi bilang, kalau bisa dengan adanya CEPA itu hubungan perdagangan kedua negara meningkat 2-3 kali lipat, atau bahkan 10 kali lipat. Ini di bidang perdagangan. Di bidang jasa-jasa juga demikian.

Ia menargetkan hingga akhir tahun Uni Emirat Arab akan menaruh investasi hingga 25 miliar dollar di Tanah Air. “Mimpinya 25 miliar dollar, kalau tanggung sayang,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama sejumlah menteri akan ke Abu Dhabi dan Dubai pada 3-4 November 2021.

Selain bertemu dengan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan secara khusus, juga ada kesepakatan secara bisnis dan perdagangan dengan adik-adik Mohammed bin Zayed dan bos-bos bisnis di UEA.

“Beliau (Jokowi) bicara intens satu kamar khusus dalam Istana Negaranya His Highness, ngomong panjang lebar lah bahasannya, semua dari A sampai Z .”

Setelah itu ada pertemuan secara bilateral bersama menteri-menteri terkait. “Waktu bilateral ini akan ada beberapa penyerahan, exchange atau agreement baik itu G to G atau B to B.

“Waktu gabung sama semua menteri, dengan pejabat-pejabat kita, pejabat-pejabat UAE, dan His Highness akan ada di depan beliau menyerahkan beberapa agreement G-to-G dan B-to-B.”

Setelah itu pada 3 November sore hari, ada rencana pertemuan dengan adik-adik Sheikh Mohammed bin Zayed bin Al Nahyan bersama sejumlah pengusaha. “Bos-bos businessman-nya Abu Dhabi,” kata dia. Salah satunya Yusuff Ali, bos Lulu Hypermarket. (Yan)

Sumber : Tempo.co

  • Bagikan