Papua Surganya Berbagai Jenis Tanaman Anggrek di Indonesia

  • Bagikan
spesies anggrek hitam papua di orchid show
Ilustrasi tanaman Anggrek Hitam Papua/ Foto:Istimewa

PAPUA, INDOtayang.COM–Tanah Papua memiliki potensi kekayaan tanaman anggrek yang besar. Provinsi Papua menyimpan hampir setengah dari seluruh spesies anggrek yang terdapat di Indonesia salah satunya jenis Anggrek Hitam . Hingga di adakan Festival  rutin Anggrek Papua atau Papua Orchid Show (POS) 2021.

Tak ada daerah yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya di Nusantara selain tanah Papua. Koleksi flora dan faunanya begitu beragam. Salah satu yang adalah tananaman anggrek (Orchidaceae).

Jenis flora ini merupakan suku terbesar dari tumbuhan berbunga, yang terdiri dari hampir 25.000 spesies di seluruh dunia, sekitar 3.000-an berada di Bumi Cendrawasih.

Habitat Anggrek

Berdasarkan tempat tumbuhnya, tanaman ini digolongkan menjadi anggrek epifit dan terresterial. Anggrek epifit tumbuhnya menempel pada tumbuhan lain, namun tidak merugikan tumbuhan yang ditumpanginya contohnya genus Dendrobium, Bulbophyllum, dan Coelogyne.

Sedangkan jenis terresterial tumbuhnya di tanah, contohnya genus Coeogna pandarutara, Spathoglottis, Calanthe, dan Paphiopedilum. Lebih dari 70 persen dari semua spesies anggrek adalah epifit.

Anggota dari suku ini dapat ditemukan di seluruh dunia, kecuali padang pasir yang kering dan daerah yang selalu tertutup salju.

Sebagian besar keragamannya terpusat di kawasan tropis dan subtropis dengan sebaran dari dataran rendah sampai tinggi. Bentuk daun anggrek unik dan cantik, bahkan ada beberapa jenis yang harum baunya.

Mudah merawatnya membuat banyak kalangan menyukainya. Tanaman ini sudah menjadi ikon flora asli Nusantara.

Provinsi Papua memiliki potensi kekayaan anggrek yang besar. I Nyoman Lugrayasa, Peneliti UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Eka Karya Bali-LIPI menyatakan bahwa Papua menyimpan hampir setengah dari seluruh spesies tanaman tersebut yang terdapat di Indonesia.

Sebagian besar anggrek masih menjadi tanaman liar atau alam dan beberapa spesies merupakan tanaman endemik pulau itu seperti Paphiopedilum glanduliferum (Blume) Stein, Grammitis ceratocarpa, Grammitis coredrosora, Grammitis habbensis, dan lain sebagainya.

Salah satu spesies yang terkenal adalah anggrek hitam  (Coeogna pandarutara) dan anggrek raksasa Irian  dengan nama latin  Grammatophyllum papuanuum.

Khusus jenis anggrek Papua menjadi buruan para penggemar tananam hias, kolektor, petani bunga dari dalam negeri hingga mancanegara.

Festival Anggrek Papua

Sebagai upaya mengangkat pamor anggrek Nusantara, khususnya di Bumi Cendrawasih, di sela-sela kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, para penggemar tanaman hias menggelar Festival Anggrek Papua atau Papua Orchid Show 2021.

Perhelatan ini bertajuk “Mari Lestarikan Anggrek Spesies Papua” digelar di Pantai Holtekamp, Kota Jayapura. Festival Anggrek tersebut berlangsung pada 2–6 Oktober 2021.

Dalam POS 2021 kali ini, ada 45 peserta berpartisipasi, yakni 30 peserta dari Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), termasuk 16 pengurus daerah, dan dari komunitas serta institusi terkait.

Beragam jenis anggrek ada di tempat itu, termasuk dari Bumi Cendrawasih yang terkenal eksotis. Seperti jenis kerong, anggrek Jayawijaya, anggrek Intan Jaya, dan lainnya.

Anggrek dari Jawa Tengah koleksi dari Magelang dan Wonosobo juga tampil dalam ajang tersebut. Daerah lainnya seperti Kalimantan Tengah, Kota Malang, dan Kota Bitung turut berpartisipasi dalam POS 2021.

Menurut Ketua Panitia POS 2021 Adolina Menanti, selain menampilkan koleksi terbaik dari masing-masing daerah, POS juga menyelenggarakan lomba anggrek terbaik, putri anggrek terbaik, dan tanaman hias terbaik.

POS kali ini juga menyediakan gerai tananam hias, Badan Karantina Pertanian dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Bumi Cendrawasih.

“Dengan adanya pameran, kami akan membangun tali silaturahmi, antara petani anggrek, pengusaha tanaman hias itu, dan pecinta. Bagus juga untuk meningkatkan ekonomi,” tukas Adolina.

Jenis Anggrek Papua

Dari sekian banyak koleksi yang unik, pesona Anggrek hitam dari hutan puncak Jayawijaya menarik perhatian pengunjung pameran.

Ida Sadi Reyaan, salah satu penjaga gerai Kabupaten Jayawijaya menerangkan mereka menampilkan 11 spesies asal Wamena.

Dari 11 spesies anggrek Jayawijaya itu, yang paling khas, antara lain, Dendrobium Alexandrae, Paphiopedilum Welhelmina (berbentuk seperti kantung semar), Dendrobium Finisterrae, dan Phreatia SP atau Anggrek Padi yang tumbuh di tanah.

Ada pula jenis Pandang bellium yang terlihat mirip bunga gladiol dan di dalam rongga mulut bunganya seperti ada anak tikus. Semua tanaman ini kita klaim asli dari hutan Wamena.

Anggota Dewan Juri Papua Orchid Show 2021, Lucky Silahoy menerangkan ajang festival ini sekaligus mempromosikan aneka ragam anggrek alam maupun anggrek hibrida (persilangan) kepada publik.

Juga sebagai forum saling bertukar pengalaman antara pegiat anggrek Papua dan daerah lainnya.

Papua Orchid Show (POS) kali ini bukan  helatan forum pertama Jayapura. Terakhir mereka membuat ajang nasional ini pada tahun 2016.

Menurut rencana, perwakilan Papua akan berpartisipasi dalan Festival Bunga di Almere, Belanda, pada April–Oktober 2022. Anggrek Papua sudah go internasional.(Yan)

Sumber : Indonesia.go.id

  • Bagikan