Bagaimana Review Film James Bond : No Time to Die

  • Bagikan
agen 007 james bond no time no die versi daniel craig
Review Film 007,No Time To Die memperlihatkan seperti apakah sosok James Bond sesungguhnya versi Daniel Craig./Foto Istimewa

PAPUA, INDOtayang.COM–Penantian kurang lebih satu setengah tahun untuk menyaksikan No Time to Die terbayar lunas. Film terakhir Daniel Craig sebagai James Bond ini sangat padat, tidak bertele-tele. Dan yang pasti, klimaks.

Kepadatan cerita film ini sudah terasa sejak awal ketika Bond berlibur dengan kekasihnya, Madeleine Swann (Lea Seydoux). Liburan mereka menjadi bencana ketika Bond terkena serangan secara mendadak oleh Spectre.

Jalan Cerita : No Time No Die

Dari sini, Bercerita No Time to Die sangat cepat dan tidak bertele-tele. Menjelasakan Adegan demi adegan secara cepat terkait alasan yang membuat Spectre masih beroperasi dan muncul kembali pada  plot twist pada saat yang sama.

Alur Cerita terbuka secara perlahan dengan fakta-fakta yang sangat mengejutkan. Hal inilah yang membuat No Time to Die versi Daniel Craig sangat menarik dan membuat penasaran sampai akhir film.

Hingga akhirnya No Time to Die berakhir dengan sangat klimaks, baik untuk Bond atau pun Craig yang memerankan karakter itu.

No Time No Die / Foto : Istimewa

pensiun, siapa pun bisa menyandang angka itu, seperti Nomi (Lashana Lynch).

Narasi cerita itu tampak sangat terarah oleh produser Barbara Broccoli agar bisa berguna kembali sebagai jembatan untuk siapa pun yang menggantikan Craig pada film berikutnya. Terlebih, beredar rumor bahwa peran Bond bisa perempuan dan aktor kulit hitam.

Beberapa waktu lalu, Broccoli menyebut film James Bond perlu rancangan ulang dan menyesesuaikan dengan aktor baru. Pertimbangan inilah yang membuat waralaba film tetap menarik meski peran aktornya yang terus berbeda.

Penjelasan ini selaras dengan narasi yang dibangun: kode agen 007 hanya sekadar angka dan bisa disandang siapa saja.

Hal lain yang membuat film ini menarik adalah perubahan karakter Bond yang berbeda dari empat film sebelumnya. Usai pensiun dari MI6 ia menjadi pribadi yang lebih rendah hati, tidak arogan, dan tidak egois

dengan empat film sebelumnya. Apalagi perubahan terlihat secara bertahap hingga cukup tidak tertebak.

Terlebih, perubahan karakter itu terasa sangat natural karena dibekali fondasi latar cerita yang ajek, yaitu dengan peristiwa di masa lalu yang Bond alami. Salah satunya kematian mantan kekasihnya, Vesper Lynd, dalam Casino Royale (2006).

Perubahan karakter itu menjadi sempurna ketika berhasil menyatu pada cerita yang padat dengan sangat baik. No Time To Die memperlihatkan seperti apakah sosok Bond sesungguhnya versi Craig.

(Yan).

Sumber : CNN

  • Bagikan